Perusahaan yang mengintegrasikan prinsip ESG dalam praktik bisnis dan investasinya akan mengalami manfaat secara simultan di tiga aspek utama: lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dengan meningkatkan kualitas di seluruh sektor bisnisnya, perusahaan yang menerapkan ESG akan menjadi lebih menarik bagi para investor yang ingin berkolaborasi dan mengalokasikan investasinya. Saat ini, para investor semakin mengutamakan bisnis yang efisien dalam penggunaan sumber daya, berwawasan lingkungan, dan memiliki tata kelola yang kuat dalam mengelola dampak sosialnya. Oleh karena itu, di masa depan, prinsip ESG akan menjadi kunci penting dalam menjalankan bisnis.
Dalam sebuah penelitian, lebih dari 90 persen investor menyatakan bahwa mereka akan memberi prioritas pada investasi yang membantu memperkuat kemampuan bisnis dalam menghadapi situasi yang tidak pasti. Komitmen terhadap penerapan ESG menjadi salah satu faktor kunci bagi perusahaan untuk mempertahankan keuntungan per saham.
Lebih dari 80 persen investor menginginkan perusahaan untuk memberikan prioritas pada kesehatan dan keselamatan karyawan daripada kinerja keuangan ketika perekonomian kembali dibuka. Ini merupakan indikator kuat bahwa aspek keberlanjutan telah menjadi hal yang umum dan signifikan dalam dunia investasi.
Dengan melihat semua hal ini, ESG tampaknya telah menjadi faktor yang lebih penting bagi investor daripada pencapaian target keuangan jangka pendek. Investor cenderung mengungkapkan bahwa ketika perusahaan telah mencapai stabilitas finansial, maka fokus harus beralih ke performa jangka menengah hingga panjang dan terus mencari peluang bisnis. Oleh karena itu, ESG saat ini menjadi salah satu fondasi yang harus diperhatikan oleh perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis mereka di masa depan.
